Selasa, 08 Desember 2009

MENENTUKAN VARIABEL

A. Pengertian dan Macam Variabel
F.N. kerlinger menyebut variabel sebagai sebuah konsep seperti halnya laki –
laki dalam konsep jenis kelamin, insaf dalam konsep kesadaran. Sutrisno hadi mendefinisikan variabel sebagai gejala yang bervariasi misalnya, jenis kelamin, berat badan, dsb. Variabel dapat dibedakan atas yang kuantitatif dan kualitatif. Contoh variabel kuantitatif misalnya luasnya kota, umur, dsb. Contoh variabel kualitatif misalnya, kemakmuran, kepandaian, dsb.lebih jauh variabel kuantitatif diklasifikasikan menjadi 2 kelompok yaitu :
1. Variabel diskrit, disebut juga variabel nominal atau variabel kategorik, karena hanya dapat dikategorikan atas dua kutub yang berlawanan yakni “ya” dan “tidak”.
2. Variabel kontinum, dipisahkan menjadi 3 variabel kecil yaitu :
a. Variabel ordinal, yaitu variabel yang menunjukkan tingkatan – tingkatan. Misalnya panjang, kurang panjang, pendek.
b. Variabel interval, yaitu variabel yang mempunyai jarak, jika dibanding dengan variabel lain, sedangkan jarak itu sendiri dapat diketahui dengan pasti.
c. Variabel ratio, yaitu variabel perbandingan. Variabel ini dalam hubungan antar sesamanya merupakan “sekian kali”.

B. Variabel dan Data
Dari sumber SK menteri P dan K No.0259/U/1977 tanggal 11 Juli 1977
disebutkan bahwa data adalah segala fakta dan angka yang dapat dijadikan bahan untuk menyusun suatu informasi, sedangkan informasi adalh hasil pengolahan data yang dipakai untuk suatu keperluan.
- Data dari variabel diskrit disebut data diskrit, berupa frekuensi
- Data dari variabel kontinum disebut data kontinum, berupa tingkatan, angka berjarak atau ukuran.

C. Variabel Sebagai Objek Penelitian
Variabel yang mempengaruhi disebut variabel penyebab, variabel bebas atau
independent variabel (X), sedangkan variabel akibat disebut variabel tidak bebas, variabel tergantung, variabel terikat atau dependent variabel (Y).
contoh : apabila seorang peneliti ingin menyelidiki apakah benar bahwa susu menyebabkan badan menjadi gemuk, maka yang menjadi objek penelitiannya adalah susu dan berat badan orang.
Susu merupakan variabel bebas (X) dan berat badan merupakan variabel akibat (Y).

D. Pentingnya Memahami Variabel
Memahami variabel dengan kemampuan menganalisis atau
mengidentifikasikan setiap variabel yang lebih kecil (sub variabel) merupakan syarat mutlak bagi setiap peneliti. Memecah – mecah variabel menjadi kategori – kategori data yang harus dikumpulkan oleh peneliti. Kategori – kategori ini dapat diartikan sebagai indikator variabel. Kategori , indikator, sub variabel ini akan dijadikan pedoman dalam merumuskan hipotesis minor, menyusun instrument, mengumpulkan data dan kelanjutan langkah penelitian yang lain.

E. Memahami Variabel yang Bermakna
Ada 2 hal yang diperhatikan tentang variabel penelitian, yaitu :
1. Sifat variabel
Ditinjau dari sifatnya, variabel penelitian dapat dibedakan menjadi 2,yaitu :
a. Variabel status, adalah variabel yang tidak dapat diubah keberadaannya. Misalnya,jenis kelamin, status social ekonomi, tempat tinggal dsb.
b. Variabel dinamis, adalah variabel yang dapat diubah keberadaannya berupa pengubahan, peningkatan, atau penurunan.contohnya adalah ,kedisiplinan, motivasi kepedulian, pengaturan dsb.
2. Status variabel
Semua variabel mempunyai status penting , namun jika dibandingkan antara dua status dibawah ini, kita dapat menentukan mana yang lebih bermakna dalam penelitian.
a. kebiasaan hidup sehari – hari ……………….motivasi berprestasi
b. motivasi berprestasi…………………………etos kerja
c. etos kerja…………………………………….keberhasilan kerja
variabel yang disebutkan pertama merupakan penyebab untuk variabel kedua. Variabel pertama berstatus sebagai sesuatu yang akan dilihat peranannya terhadap variabel yang disebutkan kedua.

0 komentar:

About This Blog

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP